LifestyleTravelling

Mandiri Hadir Untuk Kopi Wamena

Wamena merupakan sebuah kota kecil di Papua yang menjadi ibukota Kabupaten Jayawijaya. Tak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa Saya akan bisa datang dan menikmati keindahan Wamena. Seperti mimpi saja rasanya. Perjalanan dari Jakarta menuju Wamena dapat ditempuh selama kurang lebih 6 jam dengan menggunakan pesawat terbang. Dapat langsung menuju Wamena tanpa transit di Jayapura atau transit dulu di Jayapura. Jayapura-Wamena dapat ditempuh selama satu jam perjalanan dengan menggunakan pesawat terbang juga. Cukup melelahkan namun keindahan alam dan budaya Wamena sanggup menghapus semua rasa lelah tersebut.
Kota Wamena
Wamena terletak diketinggian 1.200-1.800 m dari permukaan laut dan berada diantara pegunungan. Kalian pernah mendengar Lembah Baliem? Yups, Lembah Baliem ini berada di Wamena. Orang setempat sih menyatakan bahwa Lembah Baliem ya Wamena itu. Kontur Wamena memang berbukit-bukit dan penuh tebing gitu. Mempunyai hawa dingin yang cukup membuat ngilu tulang-tulang Saya yang mulai berumur hahaha. Kalian pernah melihat film Dinosaurus? Nah kondisi alam Wamena kurang lebih seperti yang ditampilkan dalam film tersebut. Kebayang kan bagaimana memukaunya Wamena?

Sebagian besar masyarakat Wamena adalah petani. Terutama kopi. Yess kopi. Selama ini masyarakat lebih familiar dengan kopi Sidikalang, Aceh, Lampung dan beberapa daerah penghasil kopi di Jawa. Belum banyak yang tahu bahwa Wamena punya kopi. Dan kopi Wamena tak kalah kualitasnya dengan kopi lainnya di Indonesia bahkan dunia sekalipun.
Kopi Wamena memiliki beberapa kelebihan namun letak geografis dan minimnya sumber daya manusia membuat kopi Wamena seolah kalah pamor dengan kopi dari daerah lain. Kelebihan kopi Wamena terletak pada rasa, kekentalan, aroma serta tingkat keasamannya yang rendah sehingga cukup aman dikonsumsi lambung. Satu lagi kelebihan dari kopi Wamena adalah petani kopi Wamena tidak ada yang memakai pupuk kimia dalam perawatan tanaman kopinya sehingga kopi Wamena tergolong kopi organik.

Kurangnya sumber daya, infrastruktur yang kurang mendukung serta kurangnya pengetahuan seputar teknik pemeliharaan pohon kopi dan pengolahan biji kopi membuat Bank Mandiri sebagai salah satu BUMN negeri ini merasa perlu untuk memberikan perhatian khusus terhadap keberadaan kopi Wamena. Mandiri berusaha untuk memperkenalkan kopi Wamena ke khalayak dunia. Bank Mandiri bersinergi dengan BUMN lainnya berupaya untuk membantu petani kopi Wamena untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik.
Bu Mentri BUMN

Tanggal 20 November kemarin, Kementrian BUMN melakukan kunjungan sekaligus penyerahan bantuan untuk masyarakat Wamena yang berada di Wolo, salah satu daerah penghasil kopi di Wamena. Kelompok petani Wolo tergabung dalam PokJa Wamena yang merupakan anggota dari Rumah Kreatif BUMN Wamena, Papua. Mandiri dalam hal ini, memiliki peranan besar dalam pemberian bantuan tersebut. Karena Mandiri lah yang secara langsung berhubungan dengan kelompok petani kopi Wolo, Wamena melalui KUR.

Dalam pemberian bantuan tersebut diserahkan 4 unit mesin pengolahan kopi yang terdiri dari mesin pengupas biji kopi, mesin pengoven/pembakar biji kopi (dengan bahan bakar kayu), mesin penggiling biji kopi serta mesin pengemas kopi yang telah digiling hingga siap untuk dipasarkan. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bu Menteri BUMN kepada kelompok petani kopi Wolo, Wamena.
Selain memberikan bantuan alat, Mandiri juga melakukan pendampingan terhadap kelompok petani kopi Wolo, Wamena. Pendampingan tersebut meliputi memberikan pengarahan dan bimbingan seputar teknik pengolahan kopi. Petani kopi Wolo, biasanya merendam buah kopi hasil panen mereka dalam air selama berhari-hari supaya terlepaslah kulit kopi dan isinya. Namun perlakuan ini membuat biji kopi memiliki kadar air yang tinggi sehingga mempengaruhi rasa dan aroma kopi.

Melalui pendampingan yang dilakukan oleh Mandiri, petani kopi Wolo, Wamena sekarang telah mengerti bagaimana cara mengolah kopi yang benar. Pendampingan dilakukan bukan hanya seputar pengolahan kopi saja tapi juga meliputi pengemasan dan pemasaran kopi. Untuk pemasaran kopi, Mandiri bersinergi dengan PT.Pos Indonesia dan PELNI.
Petani kopi Wolo, Wamena menanam kopi dibalik pohon-pohon besar nan rindang di dalam hutan. Tepatnya siy dilereng bukit yang cukup melelahkan untuk dihampiri wkwkwk. Apalagi saat musim hujan datang, wah lengkaplah sudah, hujan becek ngga ada ojek hahahaha. Jangan bayangkan perkebunan kopi yang tertata apik di tanah rata seperti perkebunan kopi di Jawa ya. Di Wolo, berbeda namun istimewa. Kopi Wamena saat ini sudah mulai dipasarkan di Anomali, salah satu kedai kopi cukup ternama di Jakarta.
Bantuan yang diberikan oleh Bank Mandiri untuk petani kopi Wamena diharapkan mampu membantu kemajuan kopi Wamena dan membuat kopi Wamena menjadi salah satu kopi yang digemari masyarakat lokal dan dunia. Semoga.
Pak Tiko, Dirut Mandiri

Bersama Bu Rini, Menteri BUMN

19 Comments

  1. Mbakkk… Keren sekali bisa sampai Wamena. Salah satu tempat yang ada di daftarku tuh. Apalagi lihat langsung pengelolaan kopi penduduk lokal di sana.

  2. Makkk kereennn bisa ngebolang sampai ke wamena… Duuhhh aku jadi kepengen nyobain kopi wamena nya mak, masih ada stok kopinya ga mak di dapur mu… ??

  3. Wah wamena memberikan cerita banyak yang bisa dituangkan dalam tulisan ya. Di wamena juga aku punya saudara sepupu lumayan sudah lama disana dan mereka bisa mengikuti keadaannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button