bisnisEkonomi

UMKM Go Digital, Salah Satu Cara Bertahan di Masa Pandemi

UMKM go digital, salah satu cara yang harus dilakukan agar mampu bertahan di masa pandemi korona

Pandemi korona yang masih kita jalani hingga hari ini membawa dampak yang besar bagi perkembangan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) di negeri ini. Untuk mencegah penyebaran virus korona, pemerintah menerapkan pembatasan aktivitas secara offline dan mengalihkannya menjadi online dengan memanfaatkan teknologi digital. Perubahan ini tidak serta merta dapat diikuti oleh semua UMKM yang ada di tanah air.

Tidak sedikit UMKM yang terpaksa harus menghentikan produksinya bahkan menutup usahanya karena tidak dapat beradaptasi dengan pesatnya perkembangan teknologi digital. Selain terdampak langsung oleh pandemi korona yang membuat daya beli masyarakat berkurang akibat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat. UMKM yang dapat bertahan di masa pandemi adalah UMKM yang dapat beradaptasi dengan kondisi “new normal”, semua serba online. UMKM Go Digital merupakan salah satu cara bertahan di masa pandemi.

UMKM aloe vera Mount Vera Sejati di Nglipar, Gunung Kidul, Yogyakarta

Pada awal bulan Juli ini, saya berkesempatan mengunjungi salah satu UMKM yang berada di daerah Nglipar, Gunung Kidul, Yogyakarta. Namanya UMKM Mount Vera Sejati, UMKM ini mengembangkan budidaya tanaman aloe vera dan produk olahan dari aloe vera. Mas Allan, pemilik Mount Vera Sejati menceritakan pada saya bagaimana perjuangannya agar usaha yang dirintisnya bisa tetap bertahan dan berkembang selama masa pandemi.

Mas Allan bukanlah satu-satunya orang di Nglipar yang bergerak di bidang budidaya dan pengolahan aloe vera. Cukup banyak penduduk Nglipar yang menanam aloe vera dan membuka usaha rumahan pengolahan aloe vera. Namun hanya sedikit yang dapat bertahan menghadapi hantaman badai pandemi korona. Hampir sebagian besar pelaku UMKM di Nglipar belum melek teknologi digital. Aktivitas yang serba online membuat mereka menjadi “gagap digital” dan sulit beradaptasi dengan keadaan yang serba daring.

Tanaman aloe vera di Nglipar

Pemasaran aloe vera yang tadinya secara langsung antara pelaku usaha UMKM dan pelanggannya, selama pandemi bergeser menjadi online. Pelaku UMKM di Nglipar, sebagian besar berusia diatas 50 tahun dan bisa dibilang buta teknologi digital, apalagi terkait e-commerce dan marketplace. Mereka hanya tahu cara budidaya tanaman aloe vera dan pengolahannya menjadi berbagai macam produk lalu menjualnya pada pedagang atau bakul yang langsung datang ke rumah mereka. Rumah sekaligus tempat usaha mereka.

Saat pemberlakuan pembatasan aktivitas masyarakat diterapkan, pasar pun banyak yang tutup, mereka mengalami penurunan penjualan yang signifikan. Bagi pelaku UMKM di Nglipar yang mengerti teknologi digital, mereka langsung beralih ke e-commerce dan marketplace sebagai tempat pemasaran produk. Mereka juga menawarkan produk usahanya melalui media sosial. Sayangnya hanya segelintir saja yang dapat beradaptasi dengan keadaan “new normal”.

Produk olahan aloe vera Mount Vera Sejati Gunung Kidul

Melihat cukup banyak pelaku UMKM aloe vera di Nglipar yang mengalami kesulitan akibat pandemi korona, Mas Allan berinisiatif untuk mencari solusinya dengan meminta bantuan pihak lain. Bantuan yang dimaksud yaitu bantuan modal usaha maupun pendampingan usaha. Mas Allan membentuk kelompok usaha aloe vera yang terdiri dari pelaku UMKM aloe vera di Nglipar dan mengajukan proposal ke berbagai pihak. Selain itu, Mas Allan juga mengajarkan bagaimana caranya supaya bisa memasarkan produk usahanya melalui media sosial, e-commerce dan marketplace.

Setelah mengalami berbagai hambatan, akhirnya pelaku UMKM aloe vera di Nglipar memperoleh bantuan modal usaha dan pendampingan usaha agar dapat tetap bertahan di masa pandemi. Dukungan dari berbagai pihak memang sangatlah dibutuhkan agar UMKM dapat terus maju dan berkembang. UMKM go digital merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan agar UMKM dapat bertahan dan terus berkembang di era digital yang semakin pesat.

Goll..Aborasi Bisnis Online Kota Sorong Bukti Dukungan JNE Untuk UMKM Go Digital


JNE Ngajak Online – Goll…Aborsi Bisnis Online 2022 Kota Sorong

UMKM Go Digital memerlukan dukungan dari berbagai pihak. Hal inilah yang dilakukan oleh JNE sebagai salah satu perusahaan logistik ternama negeri ini, memberikan dukungan pada UMKM agar bisa go digital. Terlebih lagi, Kementerian Koperasi dan UMKM menargetkan pada tahun 2024, 30 juta UMKM di tanah air harus sudah mampu digitalisasi. UMKM harus naik kelas dengan cara melek dan mahir digitalisasi. Oleh karena itu diperlukan adanya kemitraan strategis antar pelaku usaha lintas sektoral.

JNE sebagai perusahaan penyedia jasa logistik berperan besar sebagai penggerak distribusi sekaligus solusi bagi UMKM Indonesia untuk melek digital melalui pelatihan. Terkait dengan hal tersebut, JNE Sorong sebagai mitra UMKM menghelat gelaran webinar JNE Ngajak Online – Goll…Aborsi Bisnis Online 2022 Kota Sorong yang dihadiri lebih dari 100 UMKM lokal. Webinar bisnis online ini menghadirkan narasumber Fredi Luhukay selaku Branch Manager JNE Sorong, Ratna Sari selaku Owner Nami Craft, dan Teguh Hidayat Iskandar Alam selaku CMO Mooipapua. 

Fredy Luhukay menuturkan bahwa JNE khususnya JNE Sorong terus berupaya mendukung UMKM Sorong melalui berbagai program dan layanan agar UMKM Sorong dapat terus berkembang dan mampu go digital. Adanya acara webinar JNE Ngajak Online – Goll…Aborsi Bisnis Online 2022 ini diharapkan mampu menyatukan UMKM di Sorong untuk dapat saling bertukar pikiran dan pendapat mengenai bisnis online. Fredy juga menjelaskan bahwa hingga saat ini, JNE secara rutin melaksanakan berbagai program sebagai bentuk dukungan bagi kemajuan UMKM. JNE juga menghadirkan berbagai program layanan khususnya bagi UMKM seperti program cashback, program apresiasi JLC (JNE Loyalty Card), gratis jemput paket tanpa adanya minimal berat, dan e-fulfillment untuk menjadi solusi pengiriman dan kemudahan bertransaksi digital.

Dalam acara webinar JNE Ngajak Online – Goll…Aborsi Bisnis Online 2022 Sorong ini, para peserta webinar dapat menyimak pemaparan dari pelaku UMKM yang menjadi narasumber seputar tips dan perjuangan mereka dalam merintis serta mengembangkan usahanya hingga bisa maju dan berkembang seperti saat ini. Baik Mooipapua maupun Nami Craft, sama-sama dapat bertahan di masa pandemi bahkan meraup keuntungan karena dapat memanfaatkan teknologi digital untuk memasarkan dan mengenalkan produknya ke khalayak ramai. Kemampuan digitalisasi memegang peranan yang cukup penting dalam kemajuan usaha mereka. UMKM harus go digital agar mampu untuk maju dan berkembang serta tidak runtuh digerus kemajuan jaman.

Goll…Aborsi Bisnis Online 2022 Kota Sorong

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button