
Contents
- 1 Perkuat Ekonomi Desa Lewat Program Jantara Dompet Dhuafa
- 2 Desa Tolokan Dipilih karena Semangat Warganya
- 3 Program Jantara Dompet Dhuafa Dorong Kemandirian Peternak
- 4 DD Farm Jadi Model Pemberdayaan Berkelanjutan Awal dari Program Jantara Dompet Dhuafa
- 5 Program Jantara Dompet Dhuafa Jadi Harapan Baru Ekonomi Desa
Perkuat Ekonomi Desa Lewat Program Jantara Dompet Dhuafa
Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Dompet Dhuafa terus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat desa melalui Program Jantara Dompet Dhuafa atau Jaringan Tani Ternak. Program ini menjadi langkah nyata dalam mendukung peternak lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis komunitas di wilayah pedesaan.
Salah satu wilayah yang menjadi fokus pengembangan program ini adalah Desa Tolokan, Dusun Dangklik, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Kawasan yang berada di lereng gunung tersebut dipilih karena memiliki potensi peternakan yang cukup baik dan masyarakat yang memiliki semangat gotong royong tinggi.
Program Jantara merupakan pengembangan dari DD Farm, model pengelolaan peternakan terpusat yang telah dijalankan Dompet Dhuafa sejak 2021 di Kendal, Jawa Tengah. Melalui program ini, pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) tidak hanya disalurkan dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga diwujudkan menjadi program pemberdayaan ekonomi berkelanjutan.
Desa Tolokan Dipilih karena Semangat Warganya
Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jawa Tengah, Zaini Tafrikhan, menjelaskan bahwa pemilihan Desa Tolokan dilakukan setelah melalui proses asesmen mendalam. Sebelum menjalankan program peternakan, Dompet Dhuafa lebih dulu menjalin kolaborasi dengan masyarakat melalui program sedekah sayur pada tahun 2024.
Berawal dari Program Sedekah Sayur
Menurut Zaini, Desa Tolokan memiliki karakter masyarakat yang aktif dan peduli terhadap sesama. Hal itu terlihat dari inisiatif warga yang membuat program sedekah sayur untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Di awal kami memang melakukan asesmen. Salah satu alasan Desa Tolokan dipilih karena sebelumnya kami pernah berkolaborasi dalam program sedekah sayur pada 2024,” ujar Zaini saat kegiatan Press Touring The Kurban Series 1447 H, Selasa, 12 Mei 2026 di Dukuh Dangklik, Desa Tolokan, Getasan
Program sedekah sayur tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat memiliki kepedulian sosial tinggi meski kondisi ekonomi mereka belum sepenuhnya stabil.
Pernah Menjadi Wilayah Tertinggal
Zaini mengungkapkan bahwa Dusun Dangklik sempat masuk kategori wilayah tertinggal pada 2019. Sebagian besar masyarakat bekerja sebagai petani sayur dengan tingkat pendapatan yang tidak menentu.
Namun, kondisi tersebut tidak membuat masyarakat menyerah. Warga tetap menunjukkan semangat untuk berkembang dan memperbaiki kondisi ekonomi secara bertahap.
Dompet Dhuafa melihat potensi besar dari komitmen masyarakat tersebut. Karena itu, program peternakan berbasis pemberdayaan dipilih sebagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan warga desa.
“Kami melihat masyarakatnya mau bergerak dan punya komitmen. Itu yang membuat desa ini dipilih,” kata Zaini.
Program Jantara Dompet Dhuafa Dorong Kemandirian Peternak
Program Jantara Dompet Dhuafa tidak hanya berfokus pada penyediaan hewan kurban berkualitas menjelang Iduladha. Lebih dari itu, program ini bertujuan membangun kemandirian ekonomi masyarakat desa melalui pengelolaan peternakan secara profesional.
Peternak Mendapat Bantuan dan Pelatihan Melalui Program Jantara Dompet Dhuafa

Saat ini, sebanyak 50 ekor domba dikelola di wilayah Getasan dan 50 ekor lainnya berada di Kendal. Seluruh ternak tersebut dikelola bersama kelompok peternak lokal.
Para peternak tidak hanya menerima bantuan ternak, tetapi juga mendapatkan pendampingan dan pelatihan teknis secara langsung. Pelatihan tersebut meliputi penggemukan ternak, pengelolaan kandang, hingga penanganan penyakit hewan.
Salah satu peternak mitra, Kabul Budiono, mengaku mendapatkan banyak manfaat sejak bergabung dalam program tersebut.
“Dari awal kami diajarkan cara beternak yang baik, mulai dari penggemukan sampai penanganan penyakit ternak,” ungkap Kabul.
Pelatihan tersebut dinilai sangat membantu peternak desa yang sebelumnya masih menggunakan metode tradisional dalam beternak.
Program Jantara Dompet Dhuafa Membuka Peluang Ekonomi Baru
Kepala Desa Tolokan Dusun Dangklik, Dwi Wahono, mengapresiasi langkah Dompet Dhuafa dalam menghadirkan program pemberdayaan peternakan di wilayahnya melalui program Jantara Dompet Dhuafa.
Menurutnya, program ini mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Warga yang sebelumnya hanya mengandalkan hasil pertanian kini memiliki sumber penghasilan tambahan dari sektor peternakan.
“Program ini sangat membantu masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan melalui keterlibatan langsung dalam pengelolaan peternakan,” ujar Dwi Wahono.
Keberadaan program ini juga dinilai mampu meningkatkan rasa percaya diri masyarakat desa untuk mengembangkan usaha peternakan secara mandiri.
DD Farm Jadi Model Pemberdayaan Berkelanjutan Awal dari Program Jantara Dompet Dhuafa
Program Jantara merupakan pengembangan dari DD Farm yang telah lebih dulu berjalan di Kendal. Melalui konsep peternakan berbasis komunitas, Dompet Dhuafa ingin menciptakan sistem ekonomi desa yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Program Jantara Dompet Dhuafa Menjangkau Desa Lereng Gunung
Zaini mengatakan bahwa masyarakat Desa Tolokan sebenarnya sudah memiliki kemampuan dasar dalam beternak. Namun, keterbatasan modal menjadi kendala utama dalam mengembangkan usaha ternak.
Karena itu, Dompet Dhuafa hadir melalui program Jantara untuk membantu masyarakat mendapatkan akses modal ternak sekaligus pendampingan usaha.
“Masyarakat di sini sebenarnya sudah bisa beternak, hanya belum punya modal ternak. Karena kami punya program Jantara dan DD Farm, kami ingin manfaatnya sampai ke desa-desa seperti ini,” jelasnya.
Program ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak desa di kawasan lereng gunung maupun wilayah pedesaan lainnya yang memiliki potensi peternakan.
Pengawasan Kesehatan Hewan Dilakukan Ketat
Menjelang Idul Adha, kesehatan hewan ternak menjadi perhatian utama dalam program ini. Dokter hewan DD Farm, drh. Hermanto, memastikan bahwa seluruh sapi dan domba dalam kondisi sehat dan terus dipantau secara berkala.
Pengawasan dilakukan mulai dari kualitas pakan, sanitasi kandang, hingga pemeriksaan kesehatan rutin untuk mencegah penyakit mulut dan kuku (PMK).
Menurut Hermanto, pengelolaan kesehatan ternak yang baik sangat penting agar hewan kurban tetap berkualitas dan aman bagi masyarakat.
Program Jantara Dompet Dhuafa Jadi Harapan Baru Ekonomi Desa
Program Jantara Dompet Dhuafa menjadi bukti bahwa pemberdayaan masyarakat desa dapat dilakukan secara berkelanjutan melalui sektor peternakan. Tidak hanya membantu menyediakan hewan kurban berkualitas, program ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pedesaan.
Melalui pendampingan, bantuan modal ternak, serta pelatihan teknis, masyarakat desa didorong untuk lebih mandiri dalam mengembangkan usaha peternakan.
Semangat gotong royong dan komitmen warga Desa Tolokan menjadi faktor penting keberhasilan program tersebut. Dengan kolaborasi antara masyarakat dan lembaga sosial, program pemberdayaan seperti Jantara diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi desa sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
