KeluargaLifestylePendidikan

Menanamkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Sejak Dini

Mengapa harus menanamkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sejak dini? Kebiasaan Anak Indonesia Hebat jika dilakukan secara konsisten sejak masa “golden age” akan membentuk anak Indonesia yang berkarakter dan unggul. Masa keemasan atau pada 1000 hari pertama kehidupan anak merupakan waktu yang tepat melakukan pembiasaan dan membentuk karakter anak.

Membangun karakter anak ini tidak bisa dilakukan secara cepat dan instan. Perlu pembiasaan dan kedisiplinan. Untuk membiasakan anak melakukan kebiasaan baik seperti bangun pagi, beribadah dan kebiasaan baik lainnya, anak perlu melihat langsung contohnya dari orang tua.

Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH) yang digagas oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menjadi arahan sekaligus ajakan untuk orang tua, pendidik dan masyarakat dalam membentuk karakter dan perilaku anak Indonesia yang sehat, cerdas dan unggul. Program Kemendikdasmen ini menekankan 7 kebiasaan baik yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pentingnya Menerapkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dalam Kehidupan Sehari-hari

7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat harus dilakukan konsisten
Salah satu dari 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat adalah bermasyarakat. Anak diajarkan berinteraksi dengan orang lain (dokumentasi pribadi dengan AI)

Fakta yang ada menunjukkan, saat ini anak-anak telah terpapar teknologi digital yang cukup dalam. Cukup banyak orang tua yang membiarkan anaknya duduk anteng di depan layar smartphone dengan dalih “yang penting anak tenang, tidak tantrum”. Bahkan ada orang tua atau pengasuh yang sengaja memberikan gawai pada saat anak makan.

Perilaku ini jika terus dilakukan akan membawa dampak yang kurang baik untuk anak. Anak akan sibuk dengan dunianya sendiri, kurang empati, bahkan bisa memicu obesitas pada anak karena anak kurang beraktivitas fisik.

Menghadapi tantangan tersebut, Kemendikdasmen menghadirkan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sebagai jalan keluar yang akan membentuk anak Indonesia sehat bukan jasmaninya saja tapi juga mental, spiritual, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Berikut tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang harus ditanamkan sejak dini, yaitu:

1. Bangun Pagi

Bangun pagi merupakan kebiasaan sederhana yang memiliki manfaat besar untuk anak. Anak yang terbiasa bangun pagi memiliki waktu lebih banyak untuk mempersiapkan diri dan menjauhkan dari sifat tergesa-gesa. Bangun pagi juga membantu melatih kedisiplinan dan tanggung jawab anak. Orang tua dapat melatih anak bangun pagi dengan menggunakan bantuan alarm atau langsung membangunkan anak sebelum fajar menyingsing.

Selain itu, orang tua dapat membuat jadwal sederhana untuk anak. Kapan anak harus bangun tidur dan apa saja yang harus dilakukan anak pada waktu bangun tidur. Anak yang terbiasa bangun pagi akan memiliki emosi yang stabil dan lebih siap menghadapi aktivitas seharian

2. Beribadah untuk Membentuk Karakter dan Akhlak

Setelah anak terbiasa bangun pagi, anak juga diajarkan untuk beribadah sebelum memulai aktivitas. Orangtua bisa mengajarkan sekaligus mendampingi anak sholat untuk yang beragama Islam atau melakukan doa pagi untuk yang beragama non Islam. Ibadah merupakan pondasi penting dalam pembentukan karakter dan kepribadian anak. Ibadah mengajarkan anak bersyukur, memiliki integritas, jujur dan belajar bahwa ada batasan moral dalam setiap tindakan yang dilakukan.

Anak yang terbiasa beribadah rutin setiap hari, cenderung memiliki sifat yang tenang dan lebih bisa mengendalikan emosinya. Orang tua dapat membangun kesadaran akan pentingnya beribadah dan mengenal Tuhannya sejak usia dini.

Hal sederhana seperti mengajak anak sholat di masjid meski anak belum bisa dan hafal bacaan sholat. Atau mengajak doa bersama setiap hari sembari memberikan pemahaman akan pentingnya beribadah dan mengetahui bahwa ada nilai spiritual yang harus dipatuhi.

3. Berolahraga Rutin atau Aktivitas Fisik Minimal 30 menit Setiap Hari

Anak yang rutin melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari, memiliki kesehatan yang lebih baik dibandingkan anak yang hanya sesekali saja berolahraga. Olahraga teratur atau aktivitas fisik yang rutin dilakukan anak, tidak hanya menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga meningkatkan fokus anak, daya tahan tubuh, dan semangat belajar.

Tidak harus melakukan olahraga yang memerlukan stamina penuh, menggerakkan badan, jalan kaki sekitar rumah atau bersepeda santai, sudah cukup untuk membantu tubuh anak menjadi segar, sehat dan bugar. Membiasakan anak berolahraga sejak usia dini mengajarkan anak terbiasa untuk hidup sehat dan beraktivitas fisik.

4. Makan Sehat dan Bergizi Seimbang untuk Mendukung Tumbuh Kembang Maksimal

Makanan dengan nutrisi seimbang merupakan investasi masa depan anak. Makanan atau nutrisi yang diserap anak sejak dalam kandungan, lahir dan 1000 hari pertama kehidupan, membawa pengaruh yang besar terhadap perkembangan fisik dan kecerdasan anak. Oleh karena itu, kebiasaan makan makanan bergizi seimbang harus terus dilakukan.

Ajarkan anak terbiasa makan makanan nutrisi seimbang yang bervariasi dan memberikan pemahaman pentingnya menerapkan pola makan yang sehat dan bergizi seimbang.

Sejak usia dini, orangtua harus mengajarkan anak senang makan aneka sayur, buah, protein, serta mengurangi makanan tinggi gula dan makanan instan. Dampingi anak saat makan dan beri contoh dengan ikut menikmati makanan dengan gizi seimbang. Jangan sampai, anak dipaksa makan sayur, protein hewani dan nabati, tapi orangtua malah makan siap saji atau rendah gizi.

Tanamkan kesadaran pada anak untuk menikmati seporsi makanan sehat bergizi seimbang yang dapat membantu anak tumbuh sehat dan cerdas. Kebiasaan makan makanan dengan gizi seimbang akan menentukan kualitas hidup anak di masa datang.

5. Gemar Belajar

Gemar belajar harus dibiasakan untuk membangun kesadaran akan pentingnya belajar sebagai bagian dari kehidupan. Belajar bisa dilakukan di mana saja, tidak hanya di sekolah. Anak sebaiknya dibiasakan untuk dekat dengan buku, senang belajar, mencari hal-hal baru yang bermanfaat untuk kehidupannya, mengamati lingkungan, maupun mengenal dirinya sendiri sebagai bagian dari proses belajar itu sendiri.

Kebiasaan gemar belajar akan membentuk pola pikir yang terbuka dan rasa ingin tahu yang tinggi. Orang tua dapat menyediakan waktu khusus untuk membaca bersama, bereksperimen bersama, atau memberikan kesempatan kepada anak mengeksplorasi minat dan bakatnya. Satu hal yang harus diperhatikan oleh orangtua bahwa proses belajar harus menjadi kegiatan yang menyenangkan, bukan sebuah beban.

6. Bermasyarakat

Teknologi digital yang merambah semua aspek kehidupan termasuk kehidupan anak, jika tidak disikapi dengan bijak akan membuat anak menjadi pribadi yang anti sosial. Anak harus diajarkan arti manusia merupakan makhluk sosial dan selalu perlu bantuan orang lain secara nyata. Anak perlu belajar hidup berdampingan dengan orang lain sejak dini. Melalui interaksi dengan tetangga, kerabat dan teman sebaya, anak akan belajar menghargai perbedaan, bekerja sama, peduli dan menghormati orang lain.

Contoh sederhana yang dapat dilakukan orangtua adalah dengan mengajak anak mengikuti kegiatan yang dilakukan di sekitar tempat tinggal, bermain di taman atau sarana umum yang memungkinkan anak untuk belajar berbagi dan membantu orang lain. Pengalaman tersebut akan membentuk rasa empati dan kepedulian yang menjadi bekal penting dalam kehidupan bermasyarakat.

7. Tidur Awal untuk Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental Anak

Tidur awal dan istirahat cukup sangat penting bagi pertumbuhan anak. Saat tidur, tubuh melakukan proses pemulihan dan perkembangan yang mendukung kesehatan fisik maupun mental.

Kebiasaan tidur terlalu malam dapat mengganggu konsentrasi anak, kestabilan emosi, dan kesehatan anak. Satu jam sebelum tidur, orang tua harus menghentikan penggunaan gawa dan menciptakan suasana kamar yang nyaman agar anak dapat beristirahat dengan baik.

Bagaimana Cara Menanamkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Sejak Dini?

Menanamkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sejak dini
Menanamkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sejak usia dini yang merupakan masa pembentukan karakter anak (dokumentasi pribadi)

Untuk menanamkan 7 KAIH sejak dini, orang tua harus mencontohkan secara langsung. Langkah kedua yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk membangun 7 kebiasaan tersebut adalah dengan membuat jadwal sederhana untuk anak di rumah dan di sekolah. Orang tua juga harus memberikan pujian atau reward setiap anak berhasil melakukan kebiasaan baik tersebut.

Membiasakan anak melakukan 7 KAIH secara konsisten akan membuat anak terbiasa melakukannya. Jangan pernah memaksa anak untuk melakukannya. Orang tua harus menemukan cara yang menyenangkan dan nyaman sehingga anak bersemangat melakukan 7 KAIH sehingga menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat merupakan langkah nyata dalam membangun generasi yang sehat, unggul, cerdas, dan berkarakter. 7 KAIH ini jika diterapkan secara konsisten sejak dini, dapat menjadi pondasi kuat bagi anak untuk memiliki masa depan gemilang.

Peran orang tua, keluarga, guru, dan lingkungan menjadi penting dalam mendampingi anak menjalankan kebiasaan sederhana yang memiliki dampak positif yang luar biasa untuk anak. Yuk bantu wujudkan anak Indonesia hebat melalui pembiasaan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH). Untuk informasi lengkap mengenai 7 KAIH bisa langsung ke website Cerdas Berkarakter, website Kemendikdasmen atau langsung scan barcode di bawah ini.

Link barcode website Kemendikdasmen Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Barcode link website Kemendikdasmen untuk mengetahui lebih jelas lagi tentang 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (dokumentasi pribadi)

#FasilitatorSidinaCommunity

#IbuPenggerak

#SosialisasiFasilitatorSidina

#7kebiasaananakindonesiahebat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button