Lifestyle

Kenali 7 Tanda Perlu Jasa Arsitek, Tidak Hanya Tukang

Saat membangun atau merenovasi rumah memang tidak selalu perlu menggunakan jasa arsitek. Terkadang untuk pekerjaan sederhana seperti memperbaiki bagian rumah yang rusak atau mengecat dinding rumah yang kusam, hanya diperlukan tukang yang berpengalaman saja.

Sering pula, pengalaman di lapangan menunjukkan hal yang berbeda saat proyek mulai menyangkut tata ruang, perubahan struktur hingga kebutuhan bangunan yang lebih kompleks dan variatif. Untuk kondisi tersebut, diperlukan jasa arsitek. Jasa arsitek dapat memberikan masukan yang lebih luas, bukan hanya soal bagaimana bangunan tersebut didirikan.

Menurut Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2017 tentang Arsitek, praktik arsitek mencakup pekerjaan profesional yang berkaitan dengan perencanaan dan perancangan bangunan. Dengan demikian, cakupan kerja arsitek juga menekankan aspek keamanan, keselamatan, kenyamanan, kemanfaatan, dan keberlanjutan dalam praktik arsitektur.

7 Tanda Perlu Menggunakan Jasa Arsitek

Muncul pertanyaan, kapan sebenarnya seseorang membutuhkan arsitek? Setidaknya perlu dikenali 7 tanda ketika jasa arsitek perlu digunakan, yaitu:

1. Perlu Mengubah Tata Ruang Secara Signifikan

Pada saat renovasi ingin memindahkan kamar, memperbesar ruang keluarga, membuat area terbuka, atau mengubah posisi tangga, kondisi ini membutuhkan jasa arsitek.

Perubahan signifikan seperti ini perlu masukan ahli mengenai hubungan antar-ruang, pencahayaan, sirkulasi udara sampai kemungkinan dampaknya terhadap bagian bangunan lain. Arsitek dapat membantu mewujudkan kebutuhan tersebut menjadi rancangan yang lebih terukur.

Untuk proyek di kawasan ibu kota, menggunakan jasa arsitek Jakarta , dapat menjadi pertimbangan saat kebutuhan desain harus disesuaikan dengan kondisi lahan dan karakter lingkungan perkotaan.

2. Renovasi atau Membangun pada Lahan yang Terbatas

Memiliki lahan yang terbatas atau sempit sering membuat pemilik rumah ingin memaksimalkan setiap meter persegi yang ada. Keinginan ini biasanya menimbulkan permasalahan yaitu memaksimalkan lahan tidak berarti menghabiskan seluruh area dengan bangunan.

Pada kondisi seperti inilah, peran arsitek dimainkan. Lahan sempit dan terbatas memerlukan perencanaan yang penting dalam proses pembangunan atau renovasinya. Arsitek dapat membantu menentukan pembagian ruang, sirkulasi, bukaan, serta area yang masih perlu dibiarkan terbuka. Proyek akan berjalan efektif dan efisien.

Perencanaan yang matang sejak awal, dapat membuat rumah kecil tetap dapat terasa nyaman tanpa membuat setiap sudut terlihat penuh.

3. Ingin Memiliki Rumah dengan Desain Khusus

Beberapa orang beranggapan dapat meniru bangunan rumah yang didapat dari hasil berselancar di internet. Hal ini tidak sepenuhnya benar karena rumah atau bangunan yang dibangun berdasarkan desain dari internet belum tentu sesuai dengan kondisi lahan dan kebutuhan penghuninya. Seperti misalnya orientasi matahari, posisi jalan, bentuk tanah, lingkungan sekitar, hingga kebiasaan penghuni rumah.

Berdasarkan fakta yang terjadi, walau sudah memiliki desain rumah tetapi masih saja bingung bagaimana cara merealisasikannya. Jika hal ini terjadi, ini menjadi salah satu tanda perlu jasa arsitek.

Arsitek tidak hanya membuat tampilan bangunan, tetapi juga menerjemahkan kebutuhan dan karakter lahan menjadi rancangan yang dapat dibangun sesuai dengan keinginan pemiliknya.

4. Renovasi yang Melibatkan Struktur Bangunan

Kondisi seperti ini tidak bisa menggunakan tukang biasa saja, perlu jasa arsitek. Contohnya ketika ada rencana menambah lantai, membongkar dinding, memperbesar bukaan, atau mengubah bagian atap. Keputusan tersebut dapat berkaitan dengan struktur dan beban bangunan.

Kesalahan perencanaan berpotensi menimbulkan masalah yang jauh lebih mahal untuk diperbaiki. Karena itu, ketika renovasi sudah menyentuh aspek teknis bangunan, harus melibatkan tenaga profesional supaya pembangunan atau renovasi bisa efektif dan tepat.

5. Tidak Paham dan Bingung dengan Gambar Kerja dan Rencana Teknis

Ketika membangun atau merenovasi rumah, tidak bisa berdasarkan komunikasi lisan. Hal ini dapat menimbulkan kesalahpahaman persepsi. Kalimat seperti “buat ruangannya agak besar” atau “model jendela dibuat seperti ini” dapat memicu perbedaan pemahaman antara pemilik dan tukang bangunan.

Arsitek membantu menuangkan ide ke dalam dokumen desain dan gambar yang lebih jelas. Bahkan, dalam dokumen terkait Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), rencana teknis dapat mencakup gambar arsitektur, konstruksi, utilitas, hingga perhitungan kebutuhan air bersih dan penampungan atau pengolahan air bersih dan air limbah.

Artinya, proyek bangunan tertentu memang memerlukan perencanaan yang jauh lebih terstruktur daripada sekadar instruksi pengerjaan di lapangan.

6. Menghindari Biaya Renovasi yang Besar dan Berulang

Menggunakan jasa arsitek memang membuat adanya biaya tambahan pada awal renovasi atau pembangunan. Tetapi percaya deh perencanaan yang matang dapat membantu mengurangi keputusan spontan selama proses pembangunan. Dan hal ini dapat menghindari dari pengeluaran yang tidak diperlukan.

Tanpa gambar dan konsep yang jelas, perubahan seperti memindahkan posisi jendela, mengubah letak kamar mandi, atau menambah titik listrik ketika pembangunan sudah berjalan dapat menyebabkan pekerjaan ulang. Tentu saja kemungkinan biaya bertambah.

Rancangan yang lebih matang sejak awal, membuat kebutuhan material dan pekerjaan juga dapat direncanakan dengan lebih terarah.

7. Proyek Sudah Terlalu Kompleks untuk Dikerjakan Sendiri

Jika rumah yang dibangun memiliki beberapa lantai, kebutuhan ruang yang banyak, desain khusus, atau melibatkan berbagai pekerjaan teknis, menggunakan arsitek menjadi semakin relevan.

IAI menjelaskan bahwa praktik arsitek tidak hanya berkaitan dengan desain, tetapi dapat mencakup perencanaan, perancangan, pengawasan, dan/atau pengkajian bangunan gedung serta lingkungannya.

Jadi, peran arsitek sebenarnya berbeda dari tukang. Tukang berperan penting dalam mewujudkan pekerjaan konstruksi di lapangan, sedangkan arsitek membantu menangani aspek perencanaan dan perancangan secara profesional.

Kapan Perlu Menggunakan Jasa Arsitek?

Perlu dipahami, tidak semua proyek pembangunan atau renovasi rumah membutuhkan jasa arsitek. Contohnya untuk pekerjaan ringan seperti mengganti pintu kamar mandi, mengecat dinding yang mengelupas, cukup menggunakan tukang yang berpengalaman saja

Tapi bila renovasi rumah mengharuskan adanya perubahan struktur, tata ruang, lahan terbatas, desain khusus atau kebutuhan teknis yang lebih bervariatif dan kompleks, tidak bisa menggunakan jasa tukang saja. Jika kondisinya seperti itu harus menggunakan jasa arsitek agar renovasi bisa berjalan lebih aman dan terencana.

Hal ini juga sejalan dengan kerangka regulasi Indonesia. UU Nomor 6 Tahun 2017 mengatur profesi arsitek sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat sebagai pengguna jasa. Sementara itu, PP Nomor 16 Tahun 2021 menjadi salah satu dasar penyelenggaraan bangunan gedung di Indonesia.

Pada akhirnya, pertanyaannya bukan sekadar “pakai arsitek atau tukang?”, tetapi “seberapa kompleks proyek yang ingin dibangun?” Semakin besar konsekuensi dari kesalahan perencanaan, semakin penting mempertimbangkan tenaga profesional sejak tahap awal.

Untuk memiliki ruang tamu seperti ini perlu jasa arsitek
Perlu jasa arsitek untuk menghasilkan ruang tamu seperti ini (gambar dari Pinterest)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button