Kesehatan

Temu Blogger Kesehatan, Sehat Bersama GERMAS

Semarang merupakan salah satu kota kesayangan saya. Di kota ini, saya memiliki banyak sahabat yang sudah seperti keluarga. Karena itulah, Semarang selalu saya rindukan. Jika ada kesempatan untuk datang ke Semarang, pasti enggak akan pernah saya sia-siakan. Dan kesempatan itu kembali datang di akhir Agustus ini.

Tanggal 28-30 Agustus ini, saya menghadiri acara Temu Blogger Kesehatan di Hotel Santika Semarang. Alhamdulillah akhirnya saya dapat menikmati kembali suasana Semarang yang romantis. Acara Temu Blogger Kesehatan di Semarang kali ini dihadiri oleh teman-teman Blogger Jabodetabek dan dari Semarang. Suatu acara yang cukup jarang terjadi. Beruntung saya diberi kesempatan oleh Bunda Elisa Koraag dan Blogger Cihuy untuk ikut serta menjadi bagian dari acara tersebut.

Blogger Cihuy

Bandara Ahmad Yani, Semarang

Acara Temu Blogger Kesehatan di Semarang mengambil tema mengenai sosialisasi GERMAS dalam masyarakat. Acara ini menghadirkan beberapa orang pejabat dari Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat KeMenKes RI serta beberapa orang pejabat di lingkungan DinKes Provinsi Jawa Tengah.
Kasie Pencegahan Penyakit Tidak Menular, Dinkes Prov Jawa Tengah,  Arvian Nevi, SKM, DEA; Kepala Dinkes Kota Semarang, dr. Widoyono, MPH; Wakil Ketua Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam (PAPDI) DKI Jakarta, Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD, KGEH; Kepala Bag Hubungan Media & Lembaga, Indra Rizon, SKM, M.Kes.

GERMAS adalah gerakan masyarakat hidup sehat melalui tindakan CERDIK. GERMAS merupakan gerakan solutif dari KeMenKes RI sesuai instruksi presiden no.1 tahun 2017 untuk mencegah angka kematian yang semakin meningkat. GERMAS dijabarkan sebagai tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan bersama-sama oleh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. Jika badan sehat dan bugar maka secara otomatis dapat melakukan kegiatan yang berkualitas bagi kehidupan.

Tujuan dari GERMAS ini adalah membentuk masyarakat berperilaku hidup sehat hingga berdampak pada kesehatan masyarakat terjaga, produktif dan lingkungan menjadi bersih. Pak Indra Rizon, SKM, M.Kes mengungkapkan bahwa di Indonesia selama kurun waktu empat tahun terakhir ini, telah terjadi pergeseran pola penyakit. Tadinya pelayanan kesehatan banyak melayani penderita penyakit menular namun akhir-akhir ini bergeser ke penanganan penyakit tidak menular. Pergeseran pola penyakit ini disebabkan karena pola hidup masyarakat.

Kalian sudah paham khan, Guys apakah itu penyakit tidak menular? Yups, PTM atau penyakit tidak menular adalah penyakit yang tidak menimbulkan resiko penularan terhadap orang lain seperti penyakit kanker, hipertensi, diabetes melitus. PTM ini memerlukan biaya pengobatan yang tidak sedikit. Sebab pengobatan harus dilakukan secara rutin dan berjangka panjang. Sedih yak. Nah oleh karena itu, kita harus mulai menjaga pola hidup nih, Guys. Pola hidup sehat melalui GERMAS, gerakan masyarakat hidup sehat. Yuks!

Pergeseran pola penyakit ke PTM yang memerlukan pengobatan dan perawatan jangka panjang menyebabkan beban pembiayaan kesehatan pemerintah meningkat. Hal ini juga mengakibatkan produktivitas keluarga menurun sehingga beban ekonomi keluarga bertambah berat bahkan jatuh miskin karena merawat anggota keluarga yang sakit salah satu penyakit tidak menular. Kondisi seperti inilah yang akhirnya mendorong pemerintah untuk menghadirkan BPJS Kesehatan atau Kartu Sehat untuk keluarga tidak mampu.

Resiko terjadinya PTM dapat dicegah. Oleh sebab itu perlu dilakukan suatu kegiatan pencegahan oleh seluruh masyarakat Indonesia disemua kalangan umur, jenis kelamin, jenis pekerjaan, status sosial, status ekonomi, di desa maupun di kota melalui GERMAS ini. Bentuk kegiatan GERMAS melalui CERDIK.

Apa sich CERDIK itu? CERDIK meliputi :

  • C= Cek kondisi kesehatan secara berkala. Kita harus melakukan cek kesehatan secara rutin minimal 6 bulan sekali. Apa saja yang harus diperiksa rutin? Yang harus diperiksa secara rutin adalah cek tekanan darah, cek kadar gula darah, cek kolesterol darah, tes darah lengkap, ukur lingkar perut dan khusus untuk perempuan adalah melakukan pemeriksaan payudara secara personal dan pribadi, melakukan tes IVA ( Inpeksi Visual Asam Cuka) untuk deteksi dini kanker leher rahim, test papsmear. Tes kesehatan seperti menimbang berat badan, mengukur tekanan darah, mengukur tinggi badan juga sempat dilakukan sesaat sebelum acara Temu Blogger Kesehatan dimulai. Hal ini dilakukan supaya Bloggr pun menjadi lebih peduli terhadap kesehatan dirinya sendiri. Termasuk saya. Supaya dapat lebih mengontrol berat badan wkwkwk. Dengan rutin cek kesehatan maka masalah kesehatan yang mungkin muncul akan dapat tertangani sedini mungkin sehingga angka kematian akibat telatnya pengobatan dapat teratasi.
  • E= Enyahkan asap rokok. Ini nich salah satu kebiasaan buruk masyarakat Indonesia. Senang banget sama rokok. Bahkan ada yang bilang kalau merokok sudah menjadi ‘habit’ orang Indonesia. Hadeuh. Merokok bukan hanya membawa dampak buruk bagi si perokoknya saja tapi juga untuk orang-orang yang ada disekitar si perokok aktif. Bahaya asap rokok ini bukanlah hal kecil namun dapat merenggut nyawa. Tuch serem khan? Asap rokok dapat mengendap di pakaian dan tangan si perokok aktif jika bersentuhan langsung dengan orang lain maka asap rokok ini akan menempel pula ke tubuh si perokok pasif. Dan asap rokok inilah yang berbahaya. Karena itu dari sekarang jauhkan diri dan keluarga kita dari rokok. Sakit sangat tidak enak dan mahal. Oleh karena itu mulailah berkata ‘tidak’ untuk rokok.
  • R= Rajin aktivitas fisik. Nah point ini nih yang menimbulkan pertanyaan tersendiri untuk saya. Jika aktivitas fisik disini diartikan sebagai olahraga, berarti saya termasuk orang yang jarang olahraga wkwkwk. Tapi saya termasuk tipe orang yang tidak bisa diam. Bergerak terus, minimal jalan kaki mondar mandir warung sayurlah hahaha. Sehari bisa lima sampai enam kali bolak balik, entah itu kelupaan beli garamlah, ketinggalan salah satu tentengan belanjaanlah. Pokoknya ada saja yang ketinggalan. Kemarin saya sempat bertanya secara personal pada dr. Ari, sesaat setelah acara Temu Blogger Kesehatan selesai, mengenai rajin aktivitas fisik ini. Ternyata yang dimaksud disini adalah dalam sehari minimal kita harus bergerak aktif selama 30 menit. Rutin yak. Minimal 30 menit. Jadi bisa tuh kalau kalian biasa jalan-jalan pagi keliling komplek perumahan atau jika jarak ke pasar, lumayan jauh, bolehlah sambil jalan pergi ke pasarnya. Itu sudah termasuk aktivitas fisik.
  • D=Diet sehat dengan kalori seimbang. Batasi makanan yang mengandung gula, garam dan minyak. Kurangi menyantap goreng-gorengan seperti pisang goreng, tempe goreng, tahu goreng, bakwan. Padahal semua makanan yang saya sebutkan barusan adalah makanan favorit saya sehari-hari. Harus mulai dikurangi nih porsinya. Kita harus perbanyak makan buah, sayur, protein dan minum air putih yang cukup. Intinya adalah makanlah makanan dengan nutrisi seimbang. Pola makan masyarakat sekarang ini yang gemar menyantap fast food, makanan instan yang disinyalir menjadi penyebab meningkatnya resiko terkena penyakit tidak menular. Yuks mulai saat ini, atur pola makan kita. Supaya badan sehat dan bugar.
  • I=Istirahat yang cukup. Tidur yang cukup. Begadang jangan begadang jika tak ada perlunya xixixi. Yess, hindari begadang. Tidur sesuai anjuran dokter. Sehari 6-8 jam. Tidak boleh kebanyakan atau kelebihan. Apapun yang berlebihan, pastilah tidak baik.
  • K=Kendalikan stress. Stress dapat memicu munculnya beberapa penyakit tidak menular seperti darah tinggi dan jantung. Hidup di perkotaan khususnya Jakarta ini, memang sangat rentan terhadap stress. Jalanan yang hampir tidak pernah lancar alias macet terus, pasti membuat penat kepala. Kepenatan ini jika tidak dapat kita kendalikan maka akan memicu stress. Kita harus mampu mengendalikan stress yang selalu datang menghampiri supaya pikiran dan jiwa tetap sehat.

CERDIK inilah yang harus kita lakukan dan sosialisasikan ke orang-orang terdekat kita supaya tetap dapat hidup sehat. Bukan hanya sehat tapi segar dan bugar. Yuk, hidup sehat melalui GERMAS dan CERDIK.

Makanan bergizi

13 Comments

  1. Iya nih pola makan memang harus dirubah, agak susah emang merubahnya. Tapi semoga dgn seringnya membaca pengetahuan tentang pola hiduo sehat sdperti ini. In Sha Allah lambat laun bisa mulai memperbaiki.

  2. Urusan tidur yang mesti 6-8 jam ini aku kok belum bisa ya. Padahal sesuai di CERDIK itu hehehe kebanyakan begadangnya sih hihihi… Oh ya, asap rokok juga tuh. Kita jadi perokok pasif yang efeknya lebih besar daripada si perokoknya. Seneng banget mbak bisa jalan2 ke Semarang. Kapan2 ikutan dong hihihi 🙂

  3. Nah PRnya adalah meminta kerabat terdekat, paling tidak utk tdk merokok. Karena kita2 yg tidak merokok jd terkena imbasnya dgn asap rokok mrk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button