
Hidup pasti ada saja masalahnya. Saya sendiri sedang berusaha untuk mengatasi permasalahan hidup tersebut. Bukan soal ekonomi atau kesejahteraan keluarga, apalagi masalah anak. Masalah yang saya hadapi saat ini, tepatnya sejak beberapa tahun lalu adalah seputar berat badan alias kegemukan. Yups, obesitas menjadi masalah yang cukup serius untuk saya. Berbagai cara sudah dilakukan tapi hasilnya belum optimal. Alhasil, belum lama ini saya memutuskan untuk melakukan konsultasi gizi.
Mungkin bagi sebagian orang, obesitas bukan hal yang mengganggu. Suatu hal biasa dalam hidup. Tapi bagi saya, obesitas yang saya alami membuat saya tidak percaya diri. Sejak mengalami kenaikan berat badan yang signifikan setelah melahirkan anak kedua, saya jadi mudah lelah. Menurunkan berat badan bukan perkara mudah untuk saya. Saya sudah beberapa kali melakukan diet ketat, memang berhasil turun tapi tidak bertahan lama. Berat badan saya naik lagi begitu saya longgarkan diet saya.
Saya juga sudah coba mengatur pola makan, tetapi hasilnya belum maksimal. Saya akhirnya menyadari bahwa saya hanya fokus pada berat badan saja. Pada angka kilogram yang tertera di timbangan saja. Saya melupakan kondisi tubuh saya secara keseluruhan. Berbekal kesadaran tersebut, membuat saya mengambil langkah untuk melakukan konsultasi gizi di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Tujuan saya melakukan konsultasi gizi karena ingin tahu secara detail mengenai kondisi tubuh sekaligus agar dapat diarahkan langkah apa yang lebih tepat mengenai pola makan dan kebiasaan hidup yang sebaiknya saya jalani. Saya ingin memiliki tubuh yang sehat meski mungkin tidak bisa memiliki berat badan ideal. Terlebih lagi usia saya sudah menjelang menopause.
Konsultasi Gizi di Primecare Clinic Panglima Polim, Langkah Awal Tubuh Sehat

Langkah pertama yang saya lakukan setelah menyadari bahwa untuk menurunkan berat badan, saya tidak bisa asal saja adalah dengan melakukan konsultasi gizi. Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Jakarta Selatan menjadi klinik pilihan saya. Saya mendapat rekomendasi dari seorang teman yang berhasil hidup lebih sehat sekaligus menurunkan berat badannya. Primecare Clinic cabang Panglima Polim memiliki program penurunan berat badan atau weight loss program
Primecare Clinic Panglima Polim cukup mudah dicari. Ada Mikrotrans 31 sampai Simpang Wijaya, tinggal jalan kaki 70 meter. Lokasinya cukup dekat dengan terminal Blok M. Memudahkan untuk yang menggunakan transportasi umum.
Kesan pertama datang konsultasi ke Primecare Clinic Panglima Polim cukup menyentuh hati. Pelayanannya baik dan ramah. Kliniknya juga bersih, rapi, dan nyaman. Pelayanan petugas pendaftarannya juga cukup baik. Petugas meminta KTP saya sebagai syarat administrasi pasien baru.
Saya juga memperoleh arahan dengan jelas mengenai tahapan pemeriksaan yang harus dilakukan sebelum bertemu dengan dokter. Selanjutnya saya diarahkan untuk naik ke lantai dua untuk langsung bertemu dengan suster yang bertugas dan melakukan pemeriksaan awal.
Tahapan Awal Konsultasi Gizi di Primecare Clinic Panglima Polim
Tiba di lantai dua, saya langsung disambut senyum ramah perawat yang bertugas. Sebelum melakukan konsultasi gizi dengan dokter, perawat melakukan pemeriksaan awal terlebih dulu. Pertama, tekanan darah saya diukur kemudian diukur tinggi badan. Hasil pengukuran tersebut menjadi data yang akan digunakan dalam pemeriksaan berikutnya.
Langkah berikutnya adalah menimbang badan. Bagian ini sih yang membuat saya kagum. Kagum sama timbangan yang digunakan xixixi. Data saya dimasukkan ke dalam timbangan elektrik. Selain memasukkan data hasil pemeriksaan, tanggal lahir saya sebagai pasien juga dicatat pada alat tersebut. Setelah perawat menginput semua data saya, baru deh saya diminta untuk naik ke timbangan. Beberapa saat kemudian muncullah angka ditimbangan. Bukan hanya berat badan saja yang tertera tapi juga BMI (Body Mass Index), Body Fat, Muscle Mass, dan body composition lainnya. Canggih banget ya timbangannya hahaha.

Konsultasi Gizi dan Body Composition Analysis
Saya masih terkagum-kagum dengan timbangan yang digunakan. Yups, alat tersebut bukan hanya menunjukkan angka berat badan saya saja tapi body composition secara lengkap. Timbangan elektrik tersebut sekaligus melakukan body composition analysis, sehingga saya bisa melihat langsung beberapa informasi mengenai kondisi tubuh saya. Berat Badan saya 83,2 kg, BMI 38,0,Body Fat 39,1 dan Muscle Mass 47,4.
Selama ini, saya fokus pada berat badan sebagai satu-satunya angka yang diperhatikan. Saya nggak kepikiran tuh dengan BMI, Body fat dan lainnya. Dengan adanya pemeriksaan komposisi tubuh ini, saya jadi memperoleh gambaran yang lebih luas mengenai kondisi tubuh. Hasil body composition analysis ini yang kemudian menjadi bahan pendukung konsultasi gizi dengan dokter Cut.
Konsultasi Gizi yang Menyenangkan Bersama dr. Cut Thalya Alissya, Sp.GK
Setelah pemeriksaan awal selesai, saatnya melakukan konsultasi langsung dengan dr. Cut Thalya Alissya,Sp.GK. Saya merasa nyaman dengan cara dokter memulai konsultasi. Dokter tidak menghakimi kebiasaan makan saya dan tidak langsung memberikan sederet aturan makan yang harus saya lakukan. Dokter Cut bertanya terlebih dahulu mengenai masalah yang sedang saya hadapi dan alasan kenapa saya memutuskan untuk konsultasi gizi.
Dokter menanyakan alasan saya kenapa melakukan konsultasi gizi untuk menentukan langkah yang tepat dan personal. Karena tiap pasien berbeda-beda kondisinya. Seperti itulah penjelasan yang saya peroleh. Tanpa ragu, saya pun menceritakan keresahan saya terkait obesitas yang saya alami serta kesulitan dalam menurunkan berat badan.
Bagi saya, kesempatan untuk menceritakan masalah terlebih dahulu membuat konsultasi terasa lebih personal. Saya dapat dengan leluasa menyampaikan apa yang selama ini menjadi kesulitan yang dihadapi dalam menjalani proses penurunan berat badan dan pembiasaan pola hidup sehat.

Konsultasi Gizi Harus Bertahap, Tidak Bisa Memberikan Hasil Secara Instan
dr. Cut menekankan bahwa menurunkan berat badan tidak bisa dilakukan secara instan, harus bertahap dan konsisten. Ini yang terasa berat untuk saya. Konsisten. Bukan perkara mudah untuk konsisten melakukan hal baru dan mengubah kebiasaan yang sudah cukup lama dilakukan. Kebiasaan makan yang kurang mendukung proses menurunkan berat badan dan tubuh yang sehat.
Penjelasan ini juga membuat saya berpikir sekaligus intropeksi diri. Selama ini, saya terlalu fokus pada hasil akhir dan berharap berat badan bisa turun dengan cepat. Padahal, perubahan tubuh membutuhkan proses. Saya juga kurang memperhatikan asupan apa yang seharusnya lebih banyak dikonsumsi dan yang harus ditinggalkan.
Saya pun memahami bahwa konsistensi dalam menjalani pola hidup sehat jauh lebih penting daripada mengejar hasil secara terburu-buru. Cukup banyak PR yang harus saya kerjakan untuk bisa memperoleh tubuh sehat dan bugar. Bukan semata berat badan yang turun saja.

Konsultasi Gizi Membantu Saya Mengatur Pola Makan dan Apa yang Harus Saya Makan
Setelah mendengar alasan kenapa saya melakukan konsultasi gizi, masalah yang saya hadapi, dr. Cut langsung membuatkan jadwal makan untuk saya. Selama ini saya tidak pernah sarapan dan ternyata hal tersebut kurang tepat. Meninggalkan sarapan tidak membuat tubuh saya sehat atau otomatis menurunkan berat badan.
Saya disarankan untuk memperbanyak konsumsi sayuran dan protein serta tidak mengkonsumsi apapun yang digoreng. Karbohidrat juga dibatasi. Untuk 21 hari pertama, saya harus membiasakan makan sesuai dengan jadwal makan yang dibuat oleh dr. Cut. Mengatur pola makan dengan membuat jadwal makan ternyata tidak membuat saya harus menahan lapar.
Sebelumnya saya meyakini bila sedang melakukan program diet maka tidak dianjurkan makan malam. Ternyata saya keliru. Saya diperbolehkan makan malam tapi jumlahnya dibatasi. Menurut dr.Cut, bukan makan malam yang membuat berat badan naik tapi ngemil dan makan makanan berlemak, karbohidrat serta mengandung gula.
Selain membuat jadwal makan dan mengatur apa saja yang boleh dan tidak boleh saya makan, dr. Cut menganjurkan saya untuk olahraga rutin 45-60 menit setiap harinya. dr. Cut juga mengharuskan saya minum air putih 2,5 hingga 3 liter setiap hari. Apa yang disarankan oleh dr.Cut tidak terasa sebagai beban oleh saya, malahan memicu semangat saya untuk selalu konsisten menjalani apa yang sudah diarahkan oleh dokter selama konsultasi gizi berlangsung.
Paket konsultasi gizi Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, JakSel sangat direkomendasikan terutama jika anda sedang kelebihan berat badan atau obesitas dan ingin menurunkan berat badan. Jika mengalami kondisi mirip seperti apa yang saya alami, tidak ada salahnya jika mencoba konsultasi gizi di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Jakarta Selatan. Karena klinik ini memiliki program penurunan berat badan atau weight loss program.
