
Alhamdulillah di usia saya yang hampir memasuki setengah abad ini, saya diberi kesempatan untuk berkeliling menikmati keindahan bumi pertiwi. Saya bangga memiliki tanah kelahiran yang indah dengan ragam budaya dan tentu saja wisata kuliner yang memanjakan lidah. Tidak lengkap rasanya menceritakan indahnya alam Indonesia tanpa menyinggung kelezatan kulinernya.
Dunia pun telah mengakui jika Indonesia kaya akan keindahan alam, kuliner dan budayanya. Setiap kota, memiliki warisan budaya serta rasa yang membuat pengalaman perjalanan kian lengkap. Setiap daerah di Indonesia memiliki makanan khas dengan cita rasa unik, cara memasak, serta cerita yang berbeda satu dengan lainnya.
Makanan tradisional Indonesia bahkan ada yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia, seperti rendang dari Sumatera Barat dan pempek dari Sumatera Selatan. Kelezatan rendang telah dikenal hingga ke luar negeri, bukan hanya di negeri tercinta saja.
Indonesia juga terkenal surga untuk pecinta wisata kuliner. Ada beberapa kota yang didatangi karena wisata kulinernya. Terdapat kesempatan untuk mengenal sejarah, tradisi, sekaligus kebiasaan masyarakat setempat melalui sajian yang sudah diwariskan dari generasi ke generasi.
10 Kota di Indonesia dengan Wisata Kuliner Terbaiknya
Ada 10 kota di Indonesia yang wajib dikunjungi oleh pecinta wisata kuliner, yaitu:
1.Jogjakarta, Gudeg dan Bakpia Pathok Legendaris
Siapa yang tidak jatuh cinta dengan kekuatan rasa kuliner Jogja? Pastinya bukan saya orangnya. Pertama kali ke Jogjakarta, saya langsung jatuh cinta dengan rasa khas gudegnya. Gudeg Sagan dan Gudeg Bu Prih menjadi favorit saya. Rasa gudeg di kedua tempat ini bukan yang manis dan bikin enek. Justru tidak terlalu manis dan khusus Gudeg Bu Prih ada oseng mercon yang membuat cita rasa gudegnya menjadi lebih khas.
Beralih dari gudeg, tidak lengkap ke Jogja tanpa mencicipi bakpia pathok. Bakpia Pathok Karunia dan Tugu Jogja menjadi andalan saya. Saya suka sekali dengan bakpia kumbu Karunia dan bakpia Tugu panggang isi kacang ijo. Sekali mencoba, kurang kalau cuma satu kotak saja xixixi.
2. Jakarta, Jejak Kuliner Betawi di Ibu Kota
Lokasinya boleh saja di ibu kota dengan gedung pencakar langit dan hiruk pikuk masyarakatnya. Jakarta tidak pernah tidur, begitu yang digaungkan. Meskipun begitu, Jakarta memiliki wisata kuliner yang tidak bisa diremehkan, kuliner Betawi. Betawi merupakan sebutan untuk penduduk asli Jakarta.
Jejak kuliner Betawi di Jakarta, cukup mudah ditemukan. Sebut saja kerak telor, gado-gado Betawi, soto Betawi, nasi uduk, hingga sayur besan. Untuk yang terakhir, saat ini sudah sedikit yang menjualnya. Kerak telor bahkan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Cara memasaknya menggunakan wajan kecil dan bara arang menjadi salah satu hal menarik yang membuat pengalaman menikmati makanan ini terasa berbeda.
Tempat berburu kuliner Betawi bisa dimulai dari kawasan Kota Tua, Jakarta Fair hingga festival budaya Betawi. Kuliner Betawi pasti ada dan mudah dijumpai di tempat-tempat tersebut. Saat berkunjung ke Jakarta, bila ingin berpindah dari satu lokasi kuliner ke lokasi lainnya dengan lebih fleksibel, bisa menggunakan layanan sewa mobil atau rent car agar rute mencicipi kuliner khasnya bisa lebih leluasa lagi.
3. Padang, Surga Masakan Minangkabau
Padang menjadi salah satu destinasi yang wajib dikunjungi untuk pecinta makanan kaya rempah. Rendang, gulai, sate Padang, hingga dendeng balado memperlihatkan begitu kuatnya karakter masakan Minangkabau. Rasa rempah yang kuat membalut daging sapi yang empuk membuat lidah tidak berhenti mengunyah. Seperti itulah kekuatan rendang sapi, dendeng balado dan sate Padang.
Khususnya rendang, kuliner khas Padang ini tercatat sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia untuk Sumatera Barat. Pada 2026, pemerintah juga mendukung Padang sebagai kandidat UNESCO Creative Cities Network bidang Gastronomy 2027. Rendang, sate Padang, gulai, sambal lado, hingga tradisi makan bajamba menjadi bagian dari kekuatan gastronomi kota ini.
Ada beberapa rekomendasi restoran masakan Padang yang bisa disinggahi, antara lain Rumah Makan Sederhana, Pagi Sore, Bagindo atau pun warung makan lokal yang banyak tersedia di sepanjang kota Padang.
4. Surakarta, Serabi Solo hingga Tengkleng yang Memanjakan Lidah
Surakarta atau yang lebih familiar dengan Solo, memiliki karakter kuliner yang cenderung gurih, manis, dan lembut. Serabi solo, timlo yaitu sejenis sop yang segar dan lezat, nasi liwet, tengkleng, sego kucing, selat Solo, serta minuman khasnya. Jangan lupakan kenikmatan sekaligus kesegaran segelas teh Solo. Wangi dan pahit khas teh Solo menjadi minuman yang wajib dinikmati saat berkunjung ke kota ini.
Salah satu tempat legendaris yang bisa dikunjungi adalah Nasi Liwet Bu Wongso Lemu. Kedai ini telah berjualan sejak sekitar 1950-an dan resepnya diteruskan lintas generasi. Datang pada malam hari sambil menikmati nasi liwet dengan ayam, telur, sayur labu, dan areh bisa menjadi cara sederhana untuk merasakan karakter kuliner Solo secara lebih dekat.
5. Semarang, Perpaduan Budaya dalam Sepotong Lumpia isi Rebung
Semarang selalu identik dengan lumpia. Lumpia Semarang merupakan hasil pertemuan budaya Tionghoa dan budaya Jawa. Kudapan ini memiliki pengaruh Tionghoa yang kental tetapi kemudian berkembang dengan cita rasa lokal Semarang.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memasukkan Lumpia Semarang dalam daftar Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Lumpia mudah dijumpai sepanjang jalan Pandanaran kota Semarang. Semarang bukan hanya punya lumpia saja, jangan lewatkan baso tahu dan bandeng prestonya yang tidak kalah lezat.
Tidak lengkap rasanya ke Semarang jika tidak datang ke Kota Lama Semarang. Kita akan disuguhi pemandangan gedung peninggalan kolonial Belanda. Jangan lupa juga untuk datang ke kawasan Pecinan. Di kawasan ini terdapat Lumpia Gang Lombok yang dikenal sebagai salah satu kuliner legendaris Semarang.
6. Palembang, Pempek Cuko dan Tekwan yang Memikat Lidah
Palembang dan pempek, rasanya menjadi kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Makanan berbahan dasar ikan belida atau tenggiri dan sagu ini hadir dalam berbagai variasi. Pempek kapal selam dengan isi telur, lenjer, hingga adaan. Kelezatan pempek semakin sempurna dengan taburan ebi kering, irisan timun dan kuah cuko pedas, asam dan ada rasa manisnya. Sungguh kaya rasa.
Pempek telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia sejak 2014. Untuk merasakan pengalaman kuliner yang lebih klasik, Pempek Candy, pempek Gaby atau toko pempek legendaris lainnya dapat dimasukkan ke dalam rute perjalanan.
Wisata kuliner di Palembang bukan hanya pempek saja. Masih ada mie celor, tekwan dan pindang ikan dengan fermentasi durian (tempoyak). Tempoyak akan menjadi pengalaman kuliner yang tidak terlupakan dari Palembang. Karena memiliki aroma dan cita rasa yang unik.
7. Surabaya, Gurih Pekat Rawon dan Petis
Surabaya menawarkan karakter kuliner dengan rasa yang lebih berani. Rawon dengan kuah hitam dari kluwek, rujak cingur, lontong balap, serta berbagai hidangan berbumbu petis menjadi bagian dari identitas rasa kota ini.
Bagi pecinta rawon, Rawon Setan di kawasan Embong Malang dapat dimasukkan dalam daftar kunjungan. Tempat ini dikenal sebagai salah satu ikon kuliner legendaris Surabaya. Mencicipi kuliner khas tersebut secara langsung memberikan gambaran tentang karakter masakan Surabaya yang kuat dan kaya rasa.
8. Medan, Kuliner Multikultural dengan Rasa Kuat
Medan menawarkan perpaduan pengaruh Melayu, Batak, Tionghoa, serta berbagai budaya pendatang. Soto Medan, lontong Medan, nasi gurih, hingga makanan khas Batak membuat kota ini menarik bagi pecinta wisata kuliner dengan cita rasa kuat.
Salah satu tempat klasik yang bisa disinggahi adalah Soto Kesawan. Tempat ini telah menjadi ikon kuliner kawasan Kesawan sejak 1950-an dan kini dikelola oleh generasi ketiga.
Lokasinya berada di Jalan Ahmad Yani, berdekatan dengan kawasan bersejarah seperti Tjong A Fie Mansion. Bagi wisatawan yang ingin membawa oleh-oleh atau makanan tertentu selama perjalanan, pemahaman mengenai penyimpanan makanan juga penting, terutama untuk produk yang membutuhkan suhu stabil. Karena itu, pelaku usaha kuliner biasanya mengandalkan mesin pendingin untuk membantu menjaga kualitas bahan dan produk makanan.
9. Makassar, Rempah dalam Semangkuk Coto
Makassar memiliki tradisi kuliner yang tidak kalah kuat. Coto Makassar menjadi salah satu hidangan yang paling merepresentasikan kota ini. Menurut Indonesia Travel, coto menggunakan daging dan jeroan sapi yang dimasak dengan puluhan jenis rempah. Hidangan tersebut juga memiliki sejarah panjang dalam budaya Bugis-Makassar sejak masa Kerajaan Gowa.
Untuk mencicipinya, Coto Nusantara di Jalan Nusantara dan Coto Gagak yang telah lama menjadi pilihan masyarakat setempat dapat dimasukkan ke dalam rute wisata kuliner.
10. Denpasar, Menikmati Kompleksitas Rasa Bali
Kuliner Bali memiliki karakter yang berbeda dari banyak daerah lain di Indonesia. Bumbu genep, sate lilit, ayam betutu, lawar, hingga nasi campur menghadirkan kombinasi rasa pedas, gurih, aromatik, dan kaya rempah.
Salah satu tempat yang dapat disinggahi adalah Warung Wardani di Denpasar. Dinas Pariwisata Kota Denpasar mencatat warung ini sebagai salah satu tempat untuk menikmati nasi campur Bali, yang antara lain berisi sate lilit, ayam suwir, telur, sayuran, dan lauk pendamping.
Wisata Kuliner Bukan Sekadar Mencari Makanan Enak Tetapi Lebih Dari Itu
10 kota tersebut menunjukkan betapa eratnya hubungan antara kuliner dan identitas suatu daerah. Makanan tradisional bukan sekadar hidangan untuk mengisi perut, tetapi juga membawa sejarah, identitas, serta budaya masyarakat yang mempertahankannya.
Oleh sebab itu, saat melakukan wisata kuliner, tidak ada salahnya melihat lebih jauh dari sekadar restoran yang sedang ramai atau trend. Tidak ada salahnya mencoba mencicipi makanan yang memiliki cerita, resep turun-temurun, teknik memasak tradisional, atau hubungan kuat dengan masyarakat lokal. Dengan begitu, perjalanan kuliner tidak hanya meninggalkan rasa di lidah, tetapi juga menghadirkan pemahaman baru tentang kekayaan budaya Indonesia.
